Proses Adaptasi Fisiologi
Sistem Reproduksi, dan Payudara

Oleh :
Kelompok I
Tingkat I b
1.
Agusriani
I.P (
124110452 )
2.
Atikah
Mardhatillah Mukhti ( 124110453 )
3.
Dara
Tiarani (
124110454 )
4.
Desi
Atriani (
124110456 )
5.
Dewi
Safitri (
124110457 )
Dosen Pembimbing : Elda Yusefni, SST, M.Keb
PROGRAM
STUDI D III KEBIDANAN PADANG
POLTEKKES
KEMENKES PADANG
TAHUN
2013
Proses Adaptasi
Fisiologi Sistem Reproduksi, dan Payudara
Perubahan anatomi dan
adaptasi fisiologis dalam masa kehamilan
1.
System
reproduksi
a. Vagina
dan vulva
1) Trimester
I
Pengaruh hormone
estrogen, vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah sehingga Nampak
semakin merah dan kebiru-biruan. Hormone kehamilan mempersiapkan vagina supaya
distensi selama persalinan dengan memproduksi mukosa vagina yang tebal,
jaringan ikat longgar, hipertropi otot polos, dan pemanjangan vagina.
Sampai minggu ke-8 terjadi hipervaskularisasi mengakibatkan
vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiruan(livide) tanda ini disebut tanda Chadwick. Warna portio pun tampak
livide. Keasaman vulva dan vagina berubah dari 4 menjadi 6,5. Peningkatan PH
ini membuat wanita hamil menjadi lebih rentan terhadap infeksi vagina,
khususnya jamur Leukhore adalah rabas mukoid berwarna agak keabuan dan berbau
tidak enak.
2) Trimester II
Karena hormone estrogen
dan progesterone terus meningkat dan terjadi hiper vaskularisasi mengakibatkan
pembuluh-pembuluh darah alat genetalia membesar. Hal ini dapat dimengerti
karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genetalia terus meningkat.
Peningkatan vaskularisa vagina dan fisiera panggul lain menyebabkan sensifitas
yang menyolok. Peningkatan sensifitas dapat meningkatkan keinginan dan
bangkitan seksual, khususnya pada trimester ke II kehamilan.
3) Trimester
III
Dinding vagina
mengalami banyak perubahan yang merupakan persiapan untuk mengalami peregangan
pada waktu persalinan dengan meningkatknya ketebalan mukosa, mengendornya
jaringan ikat, dan hipertropi sel otot polos. Perubahan ini mengakibatkan
bertambah panjangnya dinding vagina.
b. Serviks
uteri
1) Trimester
I
Berkas kolagen menjadi
kurang kuat terbungkus. Hal ini terjadi akibat penurunan konsentrasi kolagen
secara keseluruhan. Pada saat kehamilan mendekati aterm terjadi penurunan lebih
lanjut dari konsentrasi kolagen. Penurunan konsentrasi kolagen lebih lanjut ini
secara klinik terbukti dengan melunaknya serviks.
Pada kehamilan juga mengalami perubahan karena
hormone estrogen. Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan adanya
hipervaskularisasi serta meningkatnya suplay darah, maka konsistensi serviks
menjadi lunak yang disebut tanda Goodell.
Selama minggu-minggu awal kehamilan, peningkatan aliran darah uterus
dan limfe mengakibatkan oedema dan kongesti panggul. Akibatnya uterus, serviks
dan ithmus melunak secara progresif dan serviks menjadi kebiruan (tanda Chadwick), tanda kemungkinan hamil).
2) Trimester
II
Konsistensi
serviks menjadi lunak dan kelenjar-kelenjar diserviks akan berfungsi lebih dan
akan mengeluarkan sekresi lebih banyak.
3) Trimester
III
Pada saat
kehamilan mendekati aterm terjadi penurunan lebih lanjut dari konsentrasi
kolagen. Konsentrasi ini menurun secara nyata dari keadaan yang relative dilusi
dalam keadaan menyebar ( disperse ). Proses perbaikan serviks terjadi setelah
persalinan sehingga siklus kehamilan yang berikutnya akan berulang.
c. Uterus
1) Trimester
I
Pada minggu
pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti buah alvokat.
Seiring dengan perkembangan kehamilan, daerah fundus dan korpus akan membulat
dan akan menjadi bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu.ismus uteri pada
minggu pertama mangadakan hipertropi seperti korpus uteri yang mengakibatkan
kismus menjadi lebih panjang dan lunak yang dikenal dengan tanda hegar.
Membesar pada bulan –bulan pertama dibawah pengaruh estrogen
dan progesterone. Pembesaran disebabkan adanya
(1) peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah
(2) hyperplasia (produksi serabut otot dan jaringan
fibroelastis baru) dan hipertropi ( pembesaran serabut otot dan jaringan
fibroelastis yang sudah ada ) dan
(3) perkembangan desidua. Selain bertambah besar, uterus
juga mengalami perubahan berat, bentuk, dan posisi. Dinding2 otot menjadi kuat
dan elastis, fundus pada serviks mudah fleksi disebut tanda Mc Donald.
2) Trimester
II
Pada kehamilan
cukup bulan, ukuran uterus adalah 30 X 25 X 20 cm dengan kapasitas lebih dari
4000 cc. hal ini memungkinkan bagi adekuatnya akomodasi pertumbuhan janin. Pada
saat itu rahim membesar akibat hipertropi dan hiperplasi otot polos rahim,
serabu-serabut kolagennya menjadi higroskopik dan endometrium menjadi desidua.
3) Trimester
III
Pada akhir
kehamilan uterus akan terus membesar dalam rongga pelvisdan seiring
perkembangannya uterus akan menyentuh dinding abdomen, mendorong usus kesamping
dan keatas, terus tumbuh hingga menyentuh hati.
d. Ovarium
1) Trimester
I
Pada permulaan
kehamilan masih terdapat korpus gluteum graviditatum, korpus luteum
gradivitatif berdiameter kira-kira 3 cm, kemudian korpus luteum mengecil
setelah plasenta terbentuk. Korpus luteum ini mengeluarkan hormone estrogen dan
progesterone. Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan kematangan
folikel baru ditunda, hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan diovarium.
2) Trimester
II
Pada usia kehamilan 16 minggu, plasenta mulai
terbentuk dan menggantikan fungsi korpus luteum graviditatum.
3) Trimester
III
Pada trimester
ke III luteum sudah tidak berfugsi lagi karena telah digantikan oleh plasenta
yang telah terbentuk.
2.
Sistem
payudara
1)
Timester
I
Payudara akan membesar dan tegang
akibat hormone somatomamotropin, estrogen, dan progesterone akan tetapi belum
mengeluarkan asi. Disamping itu perubahan progesterone dan somatomamotropin
akan terbentuk lemak disekitar alveola alveolus sehingga payudara menjadi
besar. Rasa penuh peningkatan sensitifitas, rasa geli, dan rasa gerah di
payudara mulai timbul sejak minggu ke-6 gestasi. Perubahan payudara ini adalah
tanda mungkin hamil.
2)
Trimester
II
Pada kehamilan setelah 12 minggu
dari putting susu dapat mengeluarkan cairan berwarna putih agak jernih disebut
colostrums. Colostrums ini berasal dari asinus yang mulai bersekresi.
Selama trimester ke II dank ke III
pertumbuhan kelenjer mamae membuat ukuran payudara meningkat secara
progressive. Kadar hormone gluteal dan plasenta pada masa hamil meningkatkan
poliferasi.
3)
Trimester
III
Pada trimester III pertumbuhan
kelenjer mamae membuat ukuran payudara semakin meningkat. Pada kehamilan 32
minggu warna cairan agak putih seperti air susu yang sangat encer. Dari
kehamilan 32 minggu sampai anak lahir, cairan yang keluar lebih kental,
berwarna kuning, dan banyak mengandung lemak, cairan ini disebut colostrums.
Tanda
– tanda kemungkinan hamil
Pembesaran
uterus merupakan perubahan anatomic yang paling nyata pada ibu hamil.
Peningkatan konsentrasi hormone estrogen dan progesterone pada awal kehamilan
akan menyebabkan hipertropi miometrium. Hipertropi tersebut dibarengi dengan
peningkatan yang nyata dari jaringan elastin dan akumulasi dari jaringan fibrosa
sehingga struktur dinding uterus menjadi lebih kuat terhadap regangan dan
distensi. Hipertropi miometrium juga disertai dengan peningkatan vaskularisasi
dan pembuluh limfatik. Peningkatan vaskularisasi , kongesti, dan edema jaringan
dinding uterus dan hipertropi kelenjer serviks menyebabkan berbagai perubahan
yang dikenali sebagai tanda Chadwick, Goodell, Hegar, Piskacek, dan Braxton
hicks.
1). Tanda hegar
Dengan meletakkan 2 jari
pada forniks posterior dan tangan lain di dinding perut diatas simpisis pubis,
maka terasa korpus uteri seakan-akan terpisah dengan serviks ( istmus sangat
lembek pada kehamilan). Pada
kehamilan 6 – 8 minggu dengan
pemeriksaan bimanual sudah dapat diketahui tanda hegar ini (Hanifa, 2005).
2). Tanda piskacek
Tanda piskacek adalah
suatu pembesaran uterus yang tidak rata hingga menonjol jelas kejurusan uterus
yang membesar (uterus dalam keadaan hamil tumbuh cepat pada tempat
implantasinya) (Armi, 2006).
3). Tanda
Braxton hicks
Uterus pada saat hamil
bila dirangsang mudah berkontraksi. Kontraksi yang tidak teratur tanpa nyeri
disebut kontraksi Braxton Hicks. Adanya kontraksi Braxton Hicks ini menunjukkan
bahwa kehamilan bukan kehamilan ektopik (Armi,
2006).
4). Tanda
ballotement
Pada kehamilan muda
(kira-kira 20 minggu) air ketuban jauh lebih banyak sehingga dengan
menggoyangkan uterus atau sekonyong-konyong uterus ditekan maka janin akan
melenting dalam uterus, keadaan inilah yang disebut dengan ballottement (Hanifa,
2005).
5). Tanda Chadwick
adalah warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu
(Hanifa, 2005).
6). Tanda Goodbell adalah
pelunakan serviks dari yang tadinya sekeras ujung hidung
pada kondisi tidak hamil melunak
seperti bibir pada kondisi hamil.
Perubahan pada badan
ibu :
Uterus bertambah besar, dari beratnya 30 gr
menjadi 1000 gr engan ukuran panjang 32 cm dan lebar 24 cm dan ukuran muka
belakang 22 cm. pembesaran ini disebabkan oleh hypertropi dari otot-otot rahim
, tetapi pada kehamilan muda terbentuk juga sel-sel otot yang baru.
Daftar
Pustaka
Manuaba, Ida Bagus Gde. 2007. Pengantar
Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC
