Senin, 11 November 2013



Proses Adaptasi Fisiologi Sistem Reproduksi, dan Payudara


Oleh :
Kelompok I
Tingkat I b
1.     Agusriani I.P                                    ( 124110452 )
2.     Atikah Mardhatillah Mukhti          ( 124110453 )
3.     Dara Tiarani                                    ( 124110454 )
4.     Desi Atriani                                      ( 124110456 )
5.     Dewi Safitri                                      ( 124110457 )
Dosen Pembimbing  : Elda Yusefni, SST, M.Keb

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN PADANG
POLTEKKES KEMENKES PADANG
TAHUN 2013

Proses Adaptasi Fisiologi Sistem Reproduksi, dan Payudara
Perubahan anatomi dan adaptasi fisiologis dalam masa kehamilan
1.      System reproduksi
a.       Vagina dan vulva
1)      Trimester I
Pengaruh hormone estrogen, vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah sehingga Nampak semakin merah dan kebiru-biruan. Hormone kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan dengan memproduksi mukosa vagina yang tebal, jaringan ikat longgar, hipertropi otot polos, dan pemanjangan vagina.
Sampai minggu ke-8 terjadi hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiruan(livide) tanda ini disebut tanda Chadwick. Warna portio pun tampak livide. Keasaman vulva dan vagina berubah dari 4 menjadi 6,5. Peningkatan PH ini membuat wanita hamil menjadi lebih rentan terhadap infeksi vagina, khususnya jamur Leukhore adalah rabas mukoid berwarna agak keabuan dan berbau tidak enak. 

                              2)   Trimester II
Karena hormone estrogen dan progesterone terus meningkat dan terjadi hiper vaskularisasi mengakibatkan pembuluh-pembuluh darah alat genetalia membesar. Hal ini dapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genetalia terus meningkat. Peningkatan vaskularisa vagina dan fisiera panggul lain menyebabkan sensifitas yang menyolok. Peningkatan sensifitas dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual, khususnya pada trimester ke II kehamilan.
3)  Trimester III
Dinding vagina mengalami banyak perubahan yang merupakan persiapan untuk mengalami peregangan pada waktu persalinan dengan meningkatknya ketebalan mukosa, mengendornya jaringan ikat, dan hipertropi sel otot polos. Perubahan ini mengakibatkan bertambah panjangnya dinding vagina.


b.      Serviks uteri
1)      Trimester I
Berkas kolagen menjadi kurang kuat terbungkus. Hal ini terjadi akibat penurunan konsentrasi kolagen secara keseluruhan. Pada saat kehamilan mendekati aterm terjadi penurunan lebih lanjut dari konsentrasi kolagen. Penurunan konsentrasi kolagen lebih lanjut ini secara klinik terbukti dengan melunaknya serviks.
Pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormone estrogen. Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi serta meningkatnya suplay darah, maka konsistensi serviks menjadi lunak yang disebut tanda Goodell. Selama minggu-minggu awal kehamilan, peningkatan aliran darah uterus dan limfe mengakibatkan oedema dan kongesti panggul. Akibatnya uterus, serviks dan ithmus melunak secara progresif dan serviks menjadi kebiruan (tanda Chadwick), tanda kemungkinan hamil).

2)      Trimester II
Konsistensi serviks menjadi lunak dan kelenjar-kelenjar diserviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak.
3)      Trimester III
Pada saat kehamilan mendekati aterm terjadi penurunan lebih lanjut dari konsentrasi kolagen. Konsentrasi ini menurun secara nyata dari keadaan yang relative dilusi dalam keadaan menyebar ( disperse ). Proses perbaikan serviks terjadi setelah persalinan sehingga siklus kehamilan yang berikutnya akan berulang.
c.       Uterus
1)      Trimester I
Pada minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti buah alvokat. Seiring dengan perkembangan kehamilan, daerah fundus dan korpus akan membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu.ismus uteri pada minggu pertama mangadakan hipertropi seperti korpus uteri yang mengakibatkan kismus menjadi lebih panjang dan lunak yang dikenal dengan tanda hegar.
Membesar pada bulan –bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesterone. Pembesaran disebabkan adanya
(1) peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah
(2) hyperplasia (produksi serabut otot dan jaringan fibroelastis baru) dan hipertropi ( pembesaran serabut otot dan jaringan fibroelastis yang sudah ada ) dan
(3) perkembangan desidua. Selain bertambah besar, uterus juga mengalami perubahan berat, bentuk, dan posisi. Dinding2 otot menjadi kuat dan elastis, fundus pada serviks mudah fleksi disebut tanda Mc Donald.

2)      Trimester II
Pada kehamilan cukup bulan, ukuran uterus adalah 30 X 25 X 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. hal ini memungkinkan bagi adekuatnya akomodasi pertumbuhan janin. Pada saat itu rahim membesar akibat hipertropi dan hiperplasi otot polos rahim, serabu-serabut kolagennya menjadi higroskopik dan endometrium menjadi desidua.
3)      Trimester III
Pada akhir kehamilan uterus akan terus membesar dalam rongga pelvisdan seiring perkembangannya uterus akan menyentuh dinding abdomen, mendorong usus kesamping dan keatas, terus tumbuh hingga menyentuh hati.

d.      Ovarium
1)      Trimester I
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus gluteum graviditatum, korpus luteum gradivitatif berdiameter kira-kira 3 cm, kemudian korpus luteum mengecil setelah plasenta terbentuk. Korpus luteum ini mengeluarkan hormone estrogen dan progesterone. Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan kematangan folikel baru ditunda, hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan diovarium.

2)      Trimester II
 Pada usia kehamilan 16 minggu, plasenta mulai terbentuk dan menggantikan fungsi korpus luteum graviditatum.
3)      Trimester III
Pada trimester ke III luteum sudah tidak berfugsi lagi karena telah digantikan oleh plasenta yang telah terbentuk.

2.      Sistem payudara
1)      Timester I
Payudara akan membesar dan tegang akibat hormone somatomamotropin, estrogen, dan progesterone akan tetapi belum mengeluarkan asi. Disamping itu perubahan progesterone dan somatomamotropin akan terbentuk lemak disekitar alveola alveolus sehingga payudara menjadi besar. Rasa penuh peningkatan sensitifitas, rasa geli, dan rasa gerah di payudara mulai timbul sejak minggu ke-6 gestasi. Perubahan payudara ini adalah tanda mungkin hamil.
2)      Trimester II
Pada kehamilan setelah 12 minggu dari putting susu dapat mengeluarkan cairan berwarna putih agak jernih disebut colostrums. Colostrums ini berasal dari asinus yang mulai bersekresi.
Selama trimester ke II dank ke III pertumbuhan kelenjer mamae membuat ukuran payudara meningkat secara progressive. Kadar hormone gluteal dan plasenta pada masa hamil meningkatkan poliferasi.
3)      Trimester III
Pada trimester III pertumbuhan kelenjer mamae membuat ukuran payudara semakin meningkat. Pada kehamilan 32 minggu warna cairan agak putih seperti air susu yang sangat encer. Dari kehamilan 32 minggu sampai anak lahir, cairan yang keluar lebih kental, berwarna kuning, dan banyak mengandung lemak, cairan ini disebut colostrums.
Tanda – tanda kemungkinan  hamil
Pembesaran uterus merupakan perubahan anatomic yang paling nyata pada ibu hamil. Peningkatan konsentrasi hormone estrogen dan progesterone pada awal kehamilan akan menyebabkan hipertropi miometrium. Hipertropi tersebut dibarengi dengan peningkatan yang nyata dari jaringan elastin dan akumulasi dari jaringan fibrosa sehingga struktur dinding uterus menjadi lebih kuat terhadap regangan dan distensi. Hipertropi miometrium juga disertai dengan peningkatan vaskularisasi dan pembuluh limfatik. Peningkatan vaskularisasi , kongesti, dan edema jaringan dinding uterus dan hipertropi kelenjer serviks menyebabkan berbagai perubahan yang dikenali sebagai tanda Chadwick, Goodell, Hegar, Piskacek, dan Braxton hicks.
                      1).   Tanda hegar
Dengan meletakkan 2 jari pada forniks posterior dan tangan lain di dinding perut diatas simpisis pubis, maka terasa korpus uteri seakan-akan terpisah dengan serviks ( istmus sangat lembek pada kehamilan). Pada kehamilan 6 – 8 minggu dengan pemeriksaan bimanual sudah dapat diketahui tanda hegar ini (Hanifa, 2005).

Hegar Sigtanda-tanda kehamilan pasti, kemungkinan dan dugaann

                     2).   Tanda piskacek
Tanda piskacek adalah suatu pembesaran uterus yang tidak rata hingga menonjol jelas kejurusan uterus yang membesar (uterus dalam keadaan hamil tumbuh cepat pada tempat implantasinya) (Armi, 2006).
                      3).   Tanda Braxton hicks
Uterus pada saat hamil bila dirangsang mudah berkontraksi. Kontraksi yang tidak teratur tanpa nyeri disebut kontraksi Braxton Hicks. Adanya kontraksi Braxton Hicks ini menunjukkan bahwa kehamilan bukan kehamilan ektopik (Armi, 2006).
                      4).   Tanda ballotement
Pada kehamilan muda (kira-kira 20 minggu) air ketuban jauh lebih banyak sehingga dengan menggoyangkan uterus atau sekonyong-konyong uterus ditekan maka janin akan melenting dalam uterus, keadaan inilah yang disebut dengan ballottement (Hanifa, 2005).
                 5).   Tanda Chadwick adalah warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu
                        (Hanifa, 2005).
                      6).  Tanda Goodbell adalah pelunakan serviks dari yang tadinya sekeras ujung hidung
                              pada kondisi tidak hamil melunak seperti bibir pada kondisi hamil.
Perubahan pada badan ibu :
  Uterus bertambah besar, dari beratnya 30 gr menjadi 1000 gr engan ukuran panjang 32 cm dan lebar 24 cm dan ukuran muka belakang 22 cm. pembesaran ini disebabkan oleh hypertropi dari otot-otot rahim , tetapi pada kehamilan muda terbentuk juga sel-sel otot yang baru.



















Daftar Pustaka
Prawiroharjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Manuaba, Ida Bagus Gde. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC